Agen: Guardiola Tetap Di Barca


        Jose Maria Orotbig selaku agen Pep Guardiola membantah rumor entrenador Barcelona itu akan meninggalkan Camp Nou.
        Kontrak pelatih yang baru membawa pasukannya melindas Real Madrid 5-0 itu akan habis di akhir musim. Inter Milan, Chelsea, dan Manchester United dilaporkan siap memperebutkan tanda tangan eks arsitek Barcelona B itu.
         Akan tetapi, Orotbig menegaskan kliennya itu akan tetap bersama Blaugrana musim depan, meski masih belum ada pembicaraan soal perpanjangan kontrak dengan pihak klub.
         “Untuk saat ini tak ada apa pun dengan klub lain. Saya belum mendapat kontak langsung dari Inter, hanya pertanyaan dari agen-agen lain saja, tapi kami tidak merencanakan kepergian dari Barcelona,” ujar Orotbig seperti dilansir Calciomercato.it.
         “Kontrak Guardiola akan habis pada Juni, masih terlalu awal untuk memulai negosiasi perpanjangan kontrak, tapi Pep selalu lebih memilih untuk memperbaruinya dari tahun ke tahun,” lanjutnya.
        “Tapi, di sepakbola Anda tak pernah tahu. Chelsea dan Manchester United? Tidak, saya tak pernah menjalin kontak dengan mereka.”
        “Saya rasa musim depan Pep masih akan berada di bench Barcelona. Dia sangat bagus di sini, sangat Catalan, dan dia adalah pelatih spesial.”
        Meski sejumlah kabar menyatakan Barca siap menawarkan perpanjangan kontrak selama lima tahun, sejumlah sumber yang dekat dengan Guardiola menyebut sang entrenador ingin membatasi kontrak baru selama tiga tahun saja.

Jadwal Kisruh, Presiden Barcelona Pasang Badan


Sandro Rosell, Barcelona (Getty Images)
Sandro Rosell, Barcelona (Getty Images)

        Sandro Rosell menjadi pihak yang merasa bertanggung jawab atas adanya kebingungan pertandingan antara Barcelona kontrak Osasuna di Pamplona kemarin.
        Sebelumnya dilaporkan jika Barcelona nyaris tidak menjalani pertandingan mereka di pekan ini. Pasalnya ada aksi mogok bekerja dari petugas bandara yang membuat jadwal penerbangan menjadi kacau.
        Hal itu memengaruhi jadwal pertandingan Barcelona. Menurut pihak klub, RFEF sudah memberikan dispensasi kepada Barcelona untuk menunda pertandingan mereka melawan Osasuna sampai masalah pemogokan pemain berakhir. Namun di detik-detik terakhir, keputusan tersebut dianulir.
        Karena tak bisa melakukan perjalanan ke Pamplona dengan jalur udara, skuad Barcelona harus menjalani perjalanan berjarak 350 km lewat jalur darat dengan kereta api. Barcelona tiba di Pamplona beberapa menit sebelum pertandingan dimulai dan memaksa laga digelar terlambat 50 menit sebelum akhirnya menang 3-0.
        Karena kekisruhan tersebut, yang membuat Barcelona nyaris dikenai sanksi pengurangan angka, presiden Barcelona mengaku menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas hal tersebut.
        "Saya sudah mendengar dan melihat semua tipe komentar. Mereka mengkritik perencanaan kami, strategi komunikasi kami dan sudah meragukan kemampuan kami untuk mengatasi krisis seperti kemarin," ungkap Sandro Rosell.
         "Saya mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi beberapa jam sebelum pertandingan hari Sabtu. Sayalah yang mengurusi kesepakatan jadwal dengan RFEF. Saya percaya dengan RFEF dan AFNA. Kami akan mencari solusi terbaik untuk masa depan," tandasnya.
         "Tidaklah tepat mereka menuduh eksekutif kami, dan juga pelatih kami dan pemain tak ingin bepergian seperti ini kecuali hanya dengan pesawat. Kritik yang dilamatkan kepada mereka sepenuhnya salah, tidak adil dan tidak bisa diterima karena semua keputusan diambil oleh saya dan disetujui oleh saya secara personal," papar Rosell.

Nightmare: A7X Tanpa The Rev & Memenangkan Mike Portnoy



Nightmare (Warner Bros)

      Jakarta - Menggarap album lagi tanpa James "The Rev" Sullivan, bukanlah hal mudah bagi A7X (Avenged Sevenfold). 'Nightmare' adalah mimpi buruk mereka tanpa The Rev. Apakah Mike Portnoy sebanding untuk itu?

The Rev meninggal pada 28 Desember 2009 karena overdosis. Jagad heavy metal pun berduka karena kehilangan salah satu drummer terbaik dunia.

Larut dalam duka menurut A7X bukan cara terbaik karena cita-cita besar The Rev ingin terus melihat band yang disayanginya itu berkibar di kancah musik. Akhirnya album kelima ini kelar digarap dengan bantuan Mike Portnoy, mantan drummer Dream Theater.

Mike membuat kehebohan setelah mengambil keputusan meninggalkan band sebesar Dream Theater untuk membantu album A7X. Di A7X, Mike bukanlah anggota tetap. Ia hanya mengisi drum di album 'Nightmare' dan mendukung tur mereka. Belum diketahui apakah Mike akan berubah pikiran dan mau bergabung.

Mike adalah salah satu ujung tombak Dream Theater sejak album perdana mereka dirilis pada 1986. Kini Dream Theater tengah membuka audisi mencari drummer baru.

Soal album, pukulan beat The Rev dan Mike tentu saja berbeda. Keduanya punya sentuhan khas tersendiri. Album 'Nightmare' pun terdengar lebih bersih dan dewasa kini. Tidak semua track berisi nada-nada kasar dengan melodi yang meraung-raung.

'So Far Away' jadi salah satu single balada yang catchy di album ini. Begitu juga dengan 'Buried Alive'.

Namun tentu saja tembang keras jadi single mereka, 'Nightmare' yang dibuka dengan denting piano dan string. Pukulan drum langsung bertubi-tubi mengiringi melodi. Siap headbang dan berteriak? Begitu juga dengan lagu 'Welcome to the Family' yang dibuka rentetan pukulan drum.

Mimpi buruk yang sesungguhnya mungkin saja bisa didengar di lagu 'Fiction'. Ini adalah lagu terakhir ciptaan The Rev. Ia membuat lagu itu tiga hari sebelum kematiannya. A7X pun sepakat membalut musiknya dengan piano di sepanjang lagu. Sang vokalis bernyanyi dengan nada-nada galau. Duka yang mendalam.

Sedikit flashback ke 6 Agustus 2007 ketika Yulia Dian dari detikhot berkesempatan berbincang langsung dengan M. Shadows (vokal), Johnny Christ (bass) dan The Rev di Jakarta. Kala itu Johnny bercerita betapa beratnya perjuangan awal A7X hingga bisa mencapai prestasi yang sekarang. Hal tersebut jelas tidak akan pernah mereka lupakan.

The Rev pun setuju dengan Johnny. Bagi The Rev, A7X adalah keluarga yang hanya bisa dipisahkan dengan kematian. Dan pria yang gemar memakai kalung salib itu membuktikannya.

Tracklist album 'Nightmare' A7X:
  1. Nightmare
  2. Welcome to the Family
  3. Danger Line
  4. Buried Alive
  5. Natural Born Killer
  6. So Far Away
  7. God Hates Us
  8. Victim
  9. Tonight the World Dies
  10. Fiction
  11. Save Me
          
            BARCELONA merebut takhta klasemen sementara Primera La Liga Spanyol dengan elegan. Di Estadio Camp Nou, Selasa (30/11) dinihari, El Barca tampil perkasa untuk membantai sekaligus mempermalukan rival abadi yang juga pemuncak klasemen sebelumnya, Real Madrid, dengan skor teramat telak 5-0! 
            Lima gol yang membuat Pelatih Jose Mourinho bermuka masam dan Presiden Klub Florentino Perez malu luar biasa di depan jajaran direksi, diciptakan para punggawa El Barca dari open play. El Clasico edisi ke-161 ini menjadi panggung bagi Barca untuk menyajikan permainan fantastico. 
           Sang jenderal lapangan tengah sekaligus playmaker, Xavi Hernandez, mengawali pesta gol ke gawang Iker Casillas pada menit ke-10, disusul Pedro Rodriguez (18), dua gol David Villa (55 dan 58), dan pemain pengganti Jeffren Suarez (90).
          "Kami memiliki saat yang indah malam ini, dan itu semua hadiah untuk kerja keras tim yang bermain luar biasa fantastis," ujar Pelatih Barca, Pep Guardiola, usai pertandingan.
          Hanya satu yang membuat kemenangan fantastik Blaugrana kurang lengkap, yakni tak ada gol dari Lionel Messi! Namun Messi tetap menjadi bintang dengan aksi-aksinya dan dua assist pada Villa. 
          Parade gol yang membuat Camp Nou bergemuruh tersebut sekaligus memutus rangkaian 19 kali laga tak terkalahkan pasukan ibukota, plus momen sejarah tak terlupakan bagi Mourinho yang langsung tersungkur telak pada debutnya di kancah El Clasico.
          Menurut Guardiola, kunci kemenangan timnya tak lain adalah soliditas lini tengah yang tak pernah lelah mengkreasi serangan, mematikan pergerakan lawan dengan menekan dan mengefektifkan peluang dengan gol. 
          Sepanjang 90 menit, skuad Barca menampilkan permainan kolektif tingkat tinggi. Xavi dkk menunjukkan pada dunia bagaimana indahnya permainan satu-dua sentuhan untuk menjadikan Madrid seperti tim amatiran. 
           Berdasarkan statistik pertandingan, Barcelona melakukan 684 passing dan 89 persennya menemui sasaran. Itu berarti, umpan seorang pemain Los Cules yang diterima rekannya sekitar 608 kali. 
           Madrid hanya setengahnya. Mereka cuma mendapat kesempatan melakukan 331 passing, dan yang berhasil 74 persen atau sekitar 225 umpan. 
           Xavi menegaskan lagi kehebatannya sebagai passer teraktif di dunia saat ini. Selama 87 menit berada di lapangan, gelandang internasional Spanyol itu membuat 110 kali umpan. 
           Barca menguasai bola 67 persen sedangkan Madrid hanya 33 persen. Skuad Pep Guardiola melakukan 15 tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang dan berpotensi menjadi gol. El Real? Mereka cuma bisa melakukan lima shot, dan hanya dua tembakan bebas Ronaldo yang sempat mengancam. 
           Madrid yang sepanjang musim ini terlihat begitu perkasa, kali ini benar-benar dibuat tak berdaya. Skuad Los Galacticos pun sampai frustasi sehingga tak mampu mengendalikan emosi. 
           Diawali ulah Ronaldo mendorong Guardiola yang sempat memancing keributan antarpemain dan ofisial. Skuad Madrid kemudian menampilkan permainan kasar dengan aksi brutal Sergio Ramos kepada Messi yang kembali berujung keributan dan kartu merah sebagai klimaksnya.  
           "Barcelona bermain di atas kami, sangat bagus. Sementara kami sangat buruk sehingga pantas kalah. Tapi ini hanyalah sebuah kekalahan, kami tak merasa dipermalukan," ujar Mourinho, yang untuk kali pertama dalam kariernya mengakui dengan fair keunggulan lawannya. 
           Kekalahan terbesar dalam rentang 17 tahun ini membuat Madrid kini berbalik tertinggal dua angka dari Barca. Madrid 32, Barca 34!  
           Bagi Barca kemenangan ini membuka jalan untuk memenangi perburuan gelar juara La Liga dengan Madrid. Namun mereka tak mau takabur karena perjalanan masih panjang.  
          "Sekarang kami unggul dua poin. Kami punya keuntungan. Tapi kami harus terus bekerja keras karena kami baru sampai bulan November. Menang atau kalah pada pertandingan tadi tak menentukan (gelar). Kami harus terus menang," tegas Villa.(Tribunnews/bud)